Showing posts with label Batik. Show all posts
Showing posts with label Batik. Show all posts

Friday, September 9, 2011

Batik - Batik Cantik Kumpul Bareng di Jakarta Fair

Minat masyarakat terhadap batik tahun ini mengalami kenaikan yang cukup pesat. Bulan Juni 2011 ini para penggemar batik yang ingin melengkapi koleksinya kini punya pilihan tempat berbelanja yang baru. Selain di toko Danar Hadi dan Batik Keris yang memang menyediakan aneka ragam batik, para pengemar pakaian tradisional ini juga bisa belanja di arena Pekan Raya Jakarta. Ada aneka batik solo, batik jogja, batik pekalongan, batik papua, batik aceh, batik jambi, batik madura, batik cirebon, batik Kalimantan dll.

Ya, pada perhelatan Jakarta Fair tahun ini yang berlangsung selama sebulan penuh, pengunjung juga bisa belanja batik di setiap stand daerah yang menempati Hall A, B, dan C. Hampir semua corak batik tradisional hingga modern dipamerkan dan dijual di Jakarta Fair.


Jakarta Fair Kemayoran 2011 sebagai gerbang strategis Industri Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) di Asia, tetap konsisten untuk mempromosikan produk-produk dalam negeri di pentas global. PT JIExpo konsisten untuk mengampanyekan nuansa cinta tanah air melalui berbagai event besarnya.


Ini bisa dilihat dari dukungan setiap pelaku MICE, baik dari pihak swasta maupun pemerintah, tetap memamerkan dan mempromosikan produk-produk lokal yang khas kultur nusantara. Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah daerah dan pusat menggerakan ekonomi nasional, pada Jakarta Fair Kemayoran 2011, relatif dipenuhi produk-produk khas Nusantara yang murni sebagai jati diri bangsa.


Boleh jadi, suasana perdagangan batik se-Nusantara di Jakarta Fair mirip `Istana Batik`. Hampir seluruh batik di Indonesia, baik batik tulis maupun printer masing-masing daerah diperdagangkan di Jakarta Fair.


Seperti sebuah Istana Batik, khasanah kultural Nusantara, mulai dari batik tulis di pusat-pusat kerajian dan industry batik di Jogjakarta, Solo, Semarang, Pekalongan, total menampilkan karya terbaiknya. Lebih dari itu, harga yang dipasangpun spesial yang berbeda dengan kebiasaan harga yang ditetapkan event lainnya, di luar Jakarta Fair.


Alasannya, Jakarta Fair forum perdagangan spesial, event yang besar, sehingga para pelaku perdagangan menampilkan karya terbaiknya. Batik sebagai pakaian nasional yang pernah ditetapkan oleh pemerintah menjadi perhatian para pelaku usaha di dunia MICE.


Kesempatan ini, tentu tidak disia-siakan setiap para pengunjung yang memadati ‘Istana Batik’ Jakarta Fair. Batik dan pakaian ada dari Kalimantan, Aceh, Bengkulu, Sumatra, dan kerajaan-kerajaan di Indonesia, juga tersedia di Jakarta Fair 2011. Pemprov Kalimantan Barat misalnya, memamerkan produk mulai dari tenun sintang, batik awan berarak, dan busana sorak insang.

READ MORE - Batik - Batik Cantik Kumpul Bareng di Jakarta Fair

Belanja Batik Di Yogyakarta?? Beringharjo Tempatnya

Bingung mengisi liburan panjang di akhir pekan ini?? Tenang,,, rumah wanita kali ini akan mengupas tentang kota-kota besar di Indonesia yang bisa dijadikan panduan obyek liburan pekan ini. Karena banyaknya potensi wisata yang belum di ketahui masyarakat Indonesia, kadang-kadang sayang bila banyak wisatawan dalam negeri yang enggan berwisata berkeliling Indonesia dan menghabiskan waktu liburnya dengan mengunjungi negeri tetangga atau negara lainnya, padahal di Indonesia saja banyak sekali obyek wisata yang kerennn….


Salah satu kota tersebut adalah Yogyakarta. Yogyakarta merupakan salah satu kota yang selalu menarik untuk disambangi. Jika berkunjung ke sana, sempatkan menyambangi Pasar Beringharjo. Karena di sana terdapat banyak toko batik dan suvenir.


Akhir pekan, lorong-lorong penjual batik di lantai dasar pasar ini pasti akan penuh sesak. Anda harus siap berdesakan dengan penjaja batik yang menawarkan dagangannya juga dengan dua arus pengunjung yang berbelanja di lorong-lorong sempit itu.


Di pasar ini, Anda bisa berbelanja mulai dari batik yang sudah jadi (baik dalam bentuk kain, cap maupun tulis). Beragam motif batik seperti Lasem, Madura, Bantul juga tersedia. Bahkan pakaian santai, daster, celana longgar, sampai gaun-gaun dan kemeja batik resmi juga dapat dicari.


Salah satu tempat yang bisa jadi pilihan adalah gerai batik Soenardi. Mereka punya dua los di lantai dasar pasar ini; satu di sebelah selatan pasar dan satu lagi di utara. Kedua los itu menyediakan koleksi yang berbeda. Kain-kain batik tulis dijual seharga Rp 110 ribu, sementara cap dijual mulai dari Rp 70 ribuan.


Jika Anda ingin mencari batik khas Bantul (yang selalu berwarna coklat tua dengan sisa kain dibiarkan putih), ada sebuah kios yang khusus berjualan itu. Sayangnya, kios ini tidak bernama atau bernomor. Untuk mendapatkan kios ini, masuklah dari pintu utama pasar di bagian depan lalu belok kiri di lorong kelima. Kios batik khas Bantul akan ada di sisi kiri Anda, dijaga oleh dua ibu tua yang berkebaya, kain dan sanggul.


Anda tinggal memilih dari beragam motif klasik seperti sidomukti, kawung, parang dan galaran. Per lembar kain batik dijual seharga Rp 65 ribu. Penjual batik khas Bantul dengan bangga mengatakan, mereka tidak menjual batik cap di kios mereka.


Di lantai tiga pasar, Anda akan menemukan tas-tas anyaman dari eceng gondok. Desain dan pewarnaannya pun cukup modern serta bergaya. Tas kecil yang bisa memuat dompet dan telepon genggam serta pernak-pernik lain sudah bisa Anda dapatkan dengan harga Rp 15 ribu.


Jika barang antik adalah minat Anda, berjalanlah ke bagian utara pasar. Koin uang kuno (benggol) juga dijual per paket mulai dari Rp 15 ribu, tergantung kelangkaannya. Di sana, pernik dapur seperti penggiling kopi pun bisa Anda dapatkan dengan harga murah. Selain itu, masih ada rempah-rempah kering, berbagai macam jamu, beragam aksesoris baju pengantin, sampai penganan seperti cendol dan sate gajih (lemak) yang harumnya menyebar di lorong-lorong pasar.


Pasar Beringharjo sebenarnya bukan hanya soal berbelanja, tapi juga manusia-manusia di dalamnya. Salah satu yang paling mengesankan (sekaligus membuat terenyuh) adalah para penjaja jasa gendong belanjaan atau mbok-mbok gendong yang berusia renta (60 tahun ke atas). Anda bisa mengenali mereka dari selendang yang tersampir di salah satu bahu. Mereka juga kadang akan mendekati Anda untuk menawarkan jasa menggendong atau memanggul dengan imbalan beberapa ribu rupiah saja.

READ MORE - Belanja Batik Di Yogyakarta?? Beringharjo Tempatnya

Busana Muslim Batik Solo, Pilihan Lebaran Keluarga

 Bingung mencari busana untuk Lebaran? Anda bisa mempertimbangkan busana-busana yang dikreasikan dari batik. Seperti batik yang dihasilkan Kampung Batik Laweyan yang bisa menjadi pilihan Anda.

Tim Safari Ramadan Liputan 6 SCTV, Kamis (11/8) berkesempatan mengunjungi pabrik batik di Laweyan, Solo, Jawa Tengah.


Untuk metode pembuatan batik ada tiga macam, yakni tulis, cap, dan printing. Nah, kali ini Reporter Djati Darma sedang berada di pabrik khusus batik cap. Seperti apa ya kerjanya?


Proses pembuatan batik cap terbilang mudah jika dibandingkan dengan batik tulis. Para pekerja tidak membutuhkan waktu yang panjang untuk menghasilkan puluhan meter kain batik. Berbeda dengan batik tulis yang bisa memakan waktu hingga berbulan-bulan.


Cetakan cap-cap untuk motif batik itu sudah siap menghiasi kain polos. Setelah proses pewarnaan, kain pun siap dicap. Dalam sekejap, kain polos tersebut disulap menjadi cantik dengan beragam motif batik cap.


Dan pada Bulan Ramadan ini, busana muslim dan mukena batik tak luput dari incaran warga."Banyak yang suka untuk Tarawih dan Lebaran," ujar Pengusaha Batik, Nurul.


Jika Anda tertarik menambah koleksi batik, harga yang ditawarkan untuk busana muslim batik ini terbilang cukup murah. Yakni berkisar antara Rp 50 ribu hingga Rp 250 ribu.(MEL)


sumber: http://berita.liputan6.com/read/348281/busana-muslim-batik-cap-pilihan-untuk-lebaran

READ MORE - Busana Muslim Batik Solo, Pilihan Lebaran Keluarga

Wednesday, September 7, 2011

Solo Batik Carnival Dimeriahkan 324 Kostum Legenda

Sebanyak 324 kostum bertema legenda akan ditampilkan dalam Solo Batik Carnival (SBC) pada 25 Juni mendatang. Jumlah tersebut jauh lebih banyak dibandingkan dengan event serupa tahun lalu yang hanya mengusung 225 kostum.

Panitia penyelenggara yakin banyaknya jumlah kostum yang ditampilkan bakal menjadi daya pikat untuk SBC tahun ini. Apalagi, tema yang diusung juga populer di masyarakat, yakni ande-ande lumut, roro jongrang, ratu kencana wungu, dan ratu pantai selatan.


"Masing-masing tema akan didukung oleh 50 peserta. Kalau dihitung dengan peserta pendamping, total penyaji tahun ini sebanyak 600 orang," jelas Pimpro SBC Heru Prasetya dalam jumpa wartawan di Taman Balekambang Solo, Jawa tengah, Selasa (21/6).


Para peserta dalam pelaksanaannya tidak hanya memamerkan kostum berbahan batik. Mereka juga akan membawa berbagai bentuk ornamen dan hiasan sesuai tema yang diusung. Antara lain, ogoh-ogoh berbentuk kepiting raksasa untuk tema ande-ande lumut, serta stupa candi dan pohon hayat untuk roro jonggrang.


Selain jumlah peserta yang jauh lebih banyak, SBC ke-4 tergolong istimewa, karena untuk pertama kalinya dilangsungkan malam hari dan dikemas secara megah. Salah satunya, panggung pemberangkatan di Purwosari akan disetting menyerupai gua. Sepanjang rute yang akan dilalui peserta mulai dari Purwosari hingga Balai Kota Solo juga akan dilengkapi berbagai hiasan lengkap dengan tata cahaya yang apik. (FR/OL-01)


sumber: Media Indonesia

READ MORE - Solo Batik Carnival Dimeriahkan 324 Kostum Legenda